Proses Pencatatan Akuntansi
Akuntansi merupakan suatu proses mengelola data informasi keuangan yang dilakukan peruahaan untuk mengambil keputusan serta agar bermanfaat bagi pihal-pihak yang membutuhkan.
Dalam proses pencatatan Akuntansi terdapat 3 proses/langkah untuk melakukan pencatatan Akuntansi yaitu:
1. Tahap Pencatatan
Macam-macam bukti transaksi dibagi menajadi dua bagian, yaitu:
a. Internal terdiri atas Memo antar bagian yaitu dibuat oelh bagian keuangan didalam perusahaan untuk digunakan oleh perusahaan sendiri dan Memorial Post yaitu hal bukti yang menunjukan adanya keputusan pengambilan di perusahaan.
b. Eksternal
Eksternal terbagi atas 6 bagian antara lain:
- Faktur merupakan bukti penjualan barang secara kredit dari penjual ke pembeli
- Kuitansi adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditanda tangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut
- Nota Kredit merupakan bukti peneriman kembali barang yang dibeli secara kredit
- Nota debit merupakan bukti perusahaan yang diberikan kepada pelanggannya karena barang yang dibeli dikembalikan karena tidak sesuai dengan pesanan
- Cek merupakan surat perintah yang dbuat Bank, agar Bank membayar sejumlah uang kepda pihak yang namanya tercantum dalam cek tersebut.
- Bilyet/giro merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahkan dananya kepada orang yang ditunjuk dan mempunyai rekening pada bank tertentu
2. Analisis Bukti Transaksi
Setelah melakukan proses pencatatan, proses berikutnya adalah melakukan analisis bukti transaksi yang digunakan untuk menentukan apakah berada di posisi debit atau kredit. Berikut adalah akun-akunnya:
a. Harta (asset) merupakan sumber ekonomi perusahaan meliputi biaya-biaya
b. Utang (kewajiban) merupakan pengorbanan ekonomi yang dilakukan perusahaan pada masa yang akan dating
c. Modal yaitu selisih antara harta dengan kewajiban
d. Pendapatan yaitu pendapatan yang diterima usaha seperti pendapatan jasa untuk menambah kas perusahaan
e. Biaya merupakan penghasilan selama kegiatan usaha untuk mendapatkan pendapatan
3. Tahap membuat Laporan Keuangan
Ada beberapa tahap dalam membuat Laporan Keuangan, yaitu:
1. Laporan Neraca
2. Laporan Laba/Rugi
3. Laporan Perubahan Modal
4. Laporan Arus Kas
5. Catatan atas laporan keuangan
Jurnal
Jurnal sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Jurnal Umum yaitu Pencatatan yang dilakukan pada seluruh transaksi dalam suatu perusahaan
2. Jurnal Khusus yaitu Pencatatan Transaksi yang dilakukan secara spesifik yang dibutuhkan perusahaan
Jurnal sendiri mempunyai beberapa fungsi yaitu:
1. Fungsi Pencatatan yaitu fungsi yang berdasarkan catatan-catatan yang ada
2. Fungsi Historis yaitu Pencatatan yang ditulis berdasarkan urutan waktu yang benara atau sesuai urutan kronologis
3. Fungsi Analisis yaitu dalam pencatatan tersebut harus merupakan analisis ari hasil pencatatan yang ada
4. Fungsi Instruktif yaitu pencatatan dalam jurnal debit kredit kedalam buku besar
5. Fungsi Informatif yaitu pencatatan berdasarkan informasi yang terjadi
